Hari Ini
 
Sat
Nov
2018
17
 
Menu Utama
Utama
Info
Profile
Jaringan
Pencarian
Visi dan Misi
Galleri Foto
Kontak Kami
Karir
Pelayanan
Medical Check Up
CornerAds By F-Cimag-In
Live Clock Module
 
Utama arrow Info arrow Umum arrow Alat Kontrasepsi IUD Aman Dipasang saat Haid
Alat Kontrasepsi IUD Aman Dipasang saat Haid PDF Print E-mail

6 Juli 2009

 

    DULU, banyak anak berarti banyak rezeki. Tapi paradigma itu sudah tak relevan dalam masa sekarang ini ketika kebutuhan dan harga kebutuhan meningkat tak karuan. Peningkatan jumlah kebutuhan dan harga jelas memengaruhi kualitas kehidupan. Oleh karena itu, beberapa pihak tetap menjalankan program KB (Keluarga Berencana).

Paradigma baru tentang program keluarga berencana nasional telah diubah visinya dari keluarga kecil bahagia sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal, berwawasan ke depan, bertanggung jawab, harmonis, dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

 

Salah satu bukti keberhasilan program tersebut, antara lain dapat diamati dari semakin meningkatnya angka pemakaian kontrasepsi atau prevalensi. Dalam program BKKBN, ada penekanan pada kontrasepsi IUD (Intra Unterine Devica) atau alat kontrasepsi dalam rahim, yaitu Tcu 380 A. IUD, atau yang biasa disebut dengan spiral ini adalah sebuah alat atau benda yang dimasukkan ke dalam rahim. Alat ini sangat efektif dan reversibel. Alat yang biasa dipasang sebelum berhubungan seksual ini dapat mengubah transportasi tubal dan rahim, serta memengaruhi sel telur dan sperma, sehingga pembuahan tidak terjadi.

Dalam beberapa kasus, mekanisme yang lebih mungkin adalah mencegah terjadinya implantasi atau penyerangan sel telur yang telah dibuahi ke dalam dinding rahim.

IUD Tcu 380 A ini merupakan salah satu jenis kontrasepsi jangka panjang dengan tingkat efektivitas yang tinggi. Alat kontrasepsi yang satu ini sangat elastis karena bahannya terbuat dari plastik yang lentur dengan balutan tembaga atau juga hormon yang dipasang di dalam rongga rahim oleh seorang dokter kandungan melalui vagina.

Pascamelahirkan

Menurut dr Ferry Fabarrudin, SpOG, dari Rumah Sakit Meillia, Cibubur, pemasangan IUD ini bisa dilakukan bahwa sedang tidak hamil, pada 40 hari pascapersalinan, segera setelah keguguran, dan menggantikan metode KB lainnya.

Namun ada baiknya jika pemasangan dilakukan pada saat wanita sedang datang bulan. Setelah melahirkan pun bisa. "Pemasangan lebih mudah pada saat wanita sedang haid karena pada saat itu mulut rahim sedang terbuka," ungkapnya.

Tingkat efektivitas IUD ini sendiri mencapai 99,4 persen dan dapat membantu menjaga kehamilan sampai dengan 10 tahun. IUD dapat menjadi pilihan yang tepat bagi mereka yang menginginkan metode nonhormonal dan aman pula bagi ibu yang sedang menyusui karena tidak akan mempengaruhi produksi serta kualitas ASI. "Sekitar 2,5 persen wanita yang menggunakan IUD ini gagal dalam mencegah kehamilan," sambungnya.

Beberapa keuntungan yang dapat dirasakan oleh pengguna IUD Tcu 380A adalah kepraktisannya. Pengguna tidak perlu mengingat jadwal minum pil atau jadwal suntik. Alat ini pun tidak mengganggu hubungan intim karena tidak akan tersentuh oleh alat reproduksi. Ukuran IUD sendiri sangat kecil, sekitar 3 cm, sehingga nyaman digunakan. Bahkan mereka yang menggunakan alat ini seperti tidak merasakan bahwa mereka sedang menggunakan alat kontrasepsi ini.

IUD juga dikenal sebagai metode kontrasepsi yang ekonomis. Mereka yang menggunakannya hanya perlu melakukan pemeriksaan 1-6 bulan setelah pemasangan pertama dan dilanjutkan satu tahun sekali. IUD juga tidak mengganggu kesuburan rahim karena datang bulan akan tetap teratur. Jika pengguna ingin punya anak, mereka cukup melepaskan IUD.

Keuntungan lain yang dapat dirasakan pengguna IUD Tcu 380A adalah tidak ada efek samping hormonal, tidak mengganggu laktasi atau menyusui, tidak berinteraksi dengan obat-obatan, dapat dipasangkan kembali setelah melahirkan atau keguguran, dan kesuburan cepat kembali setelah IUD dicabut atau dibuka.

Sementara itu, efek sampingnya setelah pemakaian IUD Tcu 380A adalah perubahan siklus haid, haid yang lebih lama dan banyak, lebih sakit pada saat haid, tidak mencegah IMS termasuk HIV/AIDS, dan tidak dapat mencegah kehamilan ektopik.

Secara umum, kebanyakan wanita boleh menggunakan IUD meskipun perokok berat, menyusui, gemuk atau kurus, mengidap diabetes, menderita penyakit liver, epilepsi, TBC (Bukan kandungan), varises, hipertensi, dan pascaoperasi seperti apendik, hamil di luar kandungan.

Meskipun demikian, tidak semua wanita dapat menggunakan ini. Ada beberapa kriteria wanita yang tidak diperbolehkan menggunakan IUD, antara lain wanita yang mempunyai infeksi pelvis, wanita yang sedang menderita penyakit hubungan seksual (PHS, AIDS, Gonore, Klamidia), wanita dengan banyak partner, wanita yang menderita kanker mulut rahim atau kanker alat reproduksi lainnya seperti ovarium dan endometrium, dan wanita yang menderita penyakit trofoblast seperti mola dan karsinoma.