Hari Ini
 
Sat
Sep
2018
22
 
Menu Utama
Utama
Info
Profile
Jaringan
Pencarian
Visi dan Misi
Galleri Foto
Kontak Kami
Karir
Pelayanan
Medical Check Up
CornerAds By F-Cimag-In
Live Clock Module
 
Utama arrow Info arrow Umum arrow Waspadai Penyebaran Penyakit dari Gigi
Waspadai Penyebaran Penyakit dari Gigi PDF Print E-mail

 18 Juni 2009

 

    JANGAN pernah sepelekan perawatan gigi Anda. Ternyata dari gigi yang tak terawat bisa memicu penyakit berbahaya seperti jantung, diabetes, melahirkan prematur, dan stroke.

Gigi tak hanya berfungsi sebagai alat pengunyah makanan.Gigi juga memiliki fungsi estetika. Gigi yang bersih, sehat, dan terawat akan membuat penampilan seseorang lebih menarik. Tapi sayang, masih banyak orang yang mengabaikan kesehatan giginya. Berdasarkan data Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), sebesar 69,3 persen dari orang Indonesia yang mengeluh sakit gigi berupaya mengobati sendiri sakit giginya tersebut dengan cara yang belum tentu benar. Padahal, perawatan gigi dan mulut yang tidak tepat, dapat memicu penyakit lain, seperti sakit kepala, nyeri mata, dan bahkan penyakit yang lebih berbahaya seperti jantung, stroke, diabetes, dan kelahiran prematur.

 

Dokter gigi spesialis Ortodonti dari Dharmawangsa 8 Dental Care, drg. Aditya Pribadi, Sp. Ort, membenarkan bahwa penyebaran penyakit bisa diawali dari adanya perawatan mulut yang tidak bersih yang juga bisa berpengaruh terhadap kesehatan gusi. Penyakit gusi dapat memengaruhi penyakit di bagian lain dari tubuh yang disebut Teori Fokal Infeksi. Berdasarkan teori ini, bakteri yang berasal dari gusi yang terinfeksi terbawa melalui aliran darah sehingga dapat menimbulkan infeksi atau gangguan kesehatan, seperti penyakit jantung, stroke, bayi lahir prematur, memperberat diabetes atau gangguan pernapasan.

"Penyebaran penyakit dari gigi ke organ tubuh lain dapat dijelaskan melalui teori fokal infeksi. Fokal infeksi adalah infeksi kronis di suatu tempat dan memicu penyakit di tempat lain," tutur Aditya yang hadir pada acara konferensi pers peluncuran program "Tanya Pepsodent" di Atrium Mal Taman Anggrek, baru-baru ini.

Aditya menuturkan, racun, sisa-sisa kotoran, maupun mikroba penginfeksi pada gigi dan mulut bisa menyebar ke tempat lain di tubuh seperti ginjal, jantung, mata, serta kulit. Sebenarnya bakteri merupakan flora normal, tapi bagaimana kondisi normal ini bisa terus dijaga sehingga tidak menimbulkan masalah pada kesehatan gigi dan mulut yang bisa berefek pada penyakit lainnya.

"Saat ini saya sering kali menangani pasien yang mengalami sakit kulit yang ternyata disebabkan akar gigi yang mengalami infeksi yang disebabkan bakteri," tandas dokter yang juga berpraktik di Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi ini.

Dari gigi yang terinfeksi, pasien lantas mengalami gatal-gatal seperti alergi pada umumnya, dan biasanya berada di sekitar tangan, bahkan terdapat juga di kaki.

Penelitian lain yang cukup mengejutkan adalah dari sejumlah kasus penyakit jantung, sebanyak 54 persen memiliki riwayat penyakit periodontal (gusi). "Walaupun tidak langsung disebabkan gigi,tetapi orang yang berpenyakit jantung setidaknya memiliki riwayat atau masalah dengan gigi. Entah itu hanya sekadar infeksi pada gusi atau sekadar peradangan saja," ucap Aditya yang juga berpraktik di RSIA Permata Cibubur.

Aditya memberikan gambaran mengenai kondisi yang ada di masyarakat selama ini, banyak sekali terjadi ketidakpahaman terhadap berbagai fakta yang tersebar di sekitar kita mengenai gigi dan mulut.

Dengan bermacam alasan, banyak orang masih enggan untuk mengunjungi dokter gigi. Bahkan, untuk pemeriksaan reguler yang disarankan, yaitu setiap enam bulan sekali.

"Oleh sebab itu, masyarakat perlu disadarkan bahwa mereka harus mencari sumber informasi yang tepercaya agar mereka tahu langkah yang harus mereka ambil dalam memenuhi kebutuhan gigi dan mulut mereka," ucap dokter lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia ini.

Hal yang sama juga dikatakan dokter gigi dari Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Akidah Tangerang, drg Tuti Octavira, bahwa mulut adalah sumber dari semua penyakit yang ada. Perawatan mulut yang harus disertai juga dengan perawatan kebersihan gigi sangatlah dianjurkan.

"Ketidakbersihan mulut dan gigi sehingga membuat kuman yang berjangkit lama-lama menjadi jamur. Bahkan pada akhirnya bisa berkembang menjadi kanker yang juga bisa menjadi pemicu dari kanker lidah," pungkasnya.