Hari Ini
 
Thu
Aug
2018
16
 
Menu Utama
Utama
Info
Profile
Jaringan
Pencarian
Visi dan Misi
Galleri Foto
Kontak Kami
Karir
Pelayanan
Medical Check Up
CornerAds By F-Cimag-In
Live Clock Module
 
Utama arrow Info arrow Umum arrow Swin Flu Bisa Menular lewat Ponsel
Swin Flu Bisa Menular lewat Ponsel PDF Print E-mail

 5 Juni 2009

 

     PENGGUNA mobile phone kini dituntut untuk peduli pada kebersihan gadget mereka. Sebab, dalam penelitian terungkap bahwa flu babi bisa menular lewat ponsel.

Selama ini telepon genggam telah menjadi kebutuhan sehari-hari berbagai kalangan. Mulai eksekutif muda yang selalu sibuk dengan rutinitas sehari-hari, para remaja, hingga anak sekolah dasar merasa wajib memiliki alat komunikasi tersebut.

 

Saking dianggap pentingnya benda satu itu, banyak orang yang merasa wajib membawanya ke mana saja. Bahkan, tidak sedikit pula yang merasa tidak bisa beraktivitas tanpa benda kecil itu. Namun, para pengguna fanatik telepon genggam, sekarang mesti lebih berhati-hati.

Pasalnya, dalam penelitian yang dilakukan baru-baru ini ditemukan bahwa para penggunaan setia ponsel sangat berisiko pada gangguan kesehatan.

Dalam penelitian yang dipublikasikan di Clinical Microbiology and Antimicrobials, terungkap bahwa ponsel yang digunakan petugas kesehatan bisa menjadi sumber penyebaran infeksi bakterial di rumah sakit. Dokter bahkan direkomendasikan secara rutin membersihkan ponsel mereka. Hal itu dilakukan agar virus yang ikut masuk dalam ponsel bisa mati, tanpa sempat menular kepada orang lain, yang kebetulan menggunakan HP yang sama. Biasanya keluarga dan orang-orang terdekat.

Penemuan itu terbukti setelah dilakukan tes secara mendadak terhadap ponsel yang dimiliki pegawai kesehatan. Hasilnya, 95 persen ditemukan berbagai tipe bakteri di dalamnya. Mayoritas bakteri yang ada memang tidaklah berbahaya. Namun, ada pula yang bisa berefek fatal, di antaranya Clostridium difficile (C diff) dan MRSA (Methicillin-resistant Staphylococcus aureus).

Tidak tanggung-tanggung, dalam penelitian yang juga dilangsungkan di Skotlandia beberapa waktu lalu, juga ditemukan koloni bakteri yang berkembang di ponsel para dokter di rumah sakit. Dikutip dari Scotsman, pada 2007 lalu saja terdapat 6430 kasus infeksi C diff di rumah sakit Skotlandia. Adapun kasus kematian yang berhubungan dengan MRSA mencapai ratusan dalam periode yang sama.

Bakteri atau virus mematikan itu tanpa disadari bisa terbawa via ponsel pasien atau para staf rumah sakit. Hasil penelitian tersebut diumumkan peneliti kesehatan dari Western General Hospital di Skotlandia, Richard Brady.

"Virus flu babi atau swine flu bisa berkembang dalam ponsel yang tidak dibersihkan atau disterilkan, khususnya ponsel milik petugas kesehatan. Jadi, menjaga kebersihan tangan dan ponsel menjadi hal sangat penting," kata salah satu peneliti, Richard Brady.

Lebih lanjut ditambahkan Brady, studi dan penelitian tersebut dilakukan terkait kian melonjaknya pemakaian ponsel oleh para staf rumah sakit. Namun, masalahnya belum ada panduan memadai tentang cara membersihkannya sehingga ponsel bebas bakteri.

Ponsel pun dinilai bisa menjadi sarana transmisi infeksi berbahaya karena sering bersentuhan dengan tangan dan mulut pengguna. Terlebih bakteri yang ada dapat terus bertahan hidup jika ponsel tidak dibersihkan secara saksama.

Penelitian lain, yang dilakukan British Association of Dermatologists, bahkan tidak terbatas pada petugas kesehatan semata, tetapi juga pada pengguna ponsel secara umum. Penelitian itu mendapati terdapat berbagai bakteri dan virus berbahaya di ponsel, termasuk virus flu babi.

Tercatat, virus flu babi atau dikenal dengan virus H1N1 adalah penyakit yang biasanya menjangkiti babi. Namun sekarang, secara sporadis menular pada manusia. H1N1 adalah jenis virus yang menyebabkan wabah flu musiman pada manusia. Namun, versi yang baru ditemukan ini memuat materi genetik dari versi yang biasanya ada pada babi dan unggas, sehingga bisa menular pada manusia.

Saat ini belum ditemukan vaksin untuk mengatasi virus ini. Namun pada kasus parah, penyakit itu bisa diatasi dengan obat antiviral. Namun, sampai saat ini belum jelas keefektifan vaksin flu yang ada dalam melindungi manusia terhadap virus ini, karena secara genetik berbeda dengan virus flu lainnya. Virus ini biasanya menyerang pernafasan dan dapat menular melalui batuk atau bersin.