Hari Ini
 
Sat
Sep
2018
22
 
Menu Utama
Utama
Info
Profile
Jaringan
Pencarian
Visi dan Misi
Galleri Foto
Kontak Kami
Karir
Pelayanan
Medical Check Up
CornerAds By F-Cimag-In
Live Clock Module
 
Utama arrow Info arrow Umum arrow Jangan Anggap Remeh Flu!
Jangan Anggap Remeh Flu! PDF Print E-mail
25 Mei 2009

 

     TIBA-TIBA saja dunia dikejutkan dengan munculnya virus baru. Virus flu babi. Di Indonesia, sudah puluhan orang yang meninggal karena flu ini. Di sini baru orang sadar bahwa ternyata yang namanya flu tak bisa dianggap remeh. Apa pun jenis flu itu, tak boleh dianggap remeh.

Menurut dr Ralph Girson Gunarsa SpPD, dari Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta Barat, ada tiga tipe virus penyebab influenza. Ketiga tipe virus itu adalah tipe A, B, dan C. Ketiga virus ini dapat dibedakan dengan complement fixation test. Tipe A (H1N1, H3N2, influenza yang bersifat epidemic dan terjadi dengan interval 2-3 tahun. Tipe B (Yamagata dan Victoria) biasanya menyebabkan penyakit yang lebih ringan daripada tipe A dan kadang-kadang mengakibatkan epidemi yang terjadi dengan interval 4-5 tahun. Sedangkan tipe C adalah tipe yang diragukan patogenitasnya untuk manusia.


 

Tetap Saja Berbahaya

Pada orang yang terkena influenza biasanya terjadi peningkatan suhu tubuh sekitar 38-40 derajat Celsius. Selain itu, kepala penderita akan terasa sakit, penderita kurang nafsu makan, suaranya parau, batuknya tidak produktif (batuk kering dan tidak berdahak), dan mengalami sakit tenggorokan dengan langit-langit di hulu tampak merah. "Virus itu berbeda dengan kuman atau bakteri karena virus tidak mempunyai sel dan lebih kecil daripada sel. Biasanya terdiri dari DNA atau RNA," ungkapnya.

Virus yang menyebabkan influenza adalah orthomyxovirus golongan RNA yang mempunyai afinitas untuk myxo atau musin. Struktur antigenik virus influenza ini meliputi tiga bagian, antara lain antigen S atau soluble antigen (partikel virus yang terdiri atas ribonukleopratein), hemagglutinin, dan neoramidase.

Influenza memang merupakan penyakit ringan. Tapi tetap saja berbahaya untuk usia muda dan orang dewasa dengan fungsi kardiopulmoner yang terbatas. Virus itu sendiri bisa mati jika dipanaskan, mati dengan alkohol, mati dengan lisol, mati dengan pemutih, dan dapat hidup 2 jam di luar tubuh. Virus ini juga mengalami mutasi sehingga mengalami perubahan struktur protein. Perubahannya pun dapat terjadi seperti perubahan sifat, lebih sulit untuk dikenali, dan dapat menginfeksi karena tidak dapat dikenali oleh kekebalan tubuh.

Pada dasarnya, reservoir influenza adalah manusia itu sendiri. Hewan-hewan seperti babi, kuda, dan burung dianggap sebagai penyebab terjadinya virus influenza yang baru karena ada suatu rekombinasi gen dengan strain-strain virus lain yang berasal dari manusia. "Biasanya penyebaran penyakit ini melalui media tetesan air (droplet) pada waktu batuk dan melalui partikel yang berasal dari sekret hidung atau tenggorokan yang melayang di udara," imbuhnya.

Flu yang berbahaya

Ada beberapa yang tergolong dalam flu yang berbahaya, di antaranya flu Spanyol (20-30 juta orang meninggal), flu Asia (70 ribu orang meninggal), flu Hong Kong (45 ribu orang meninggal), flu burung (di Indonesia, 423.141 orang meninggal) atau yang lebih dikenal dengan sebutan flu babi.

Influenza A H1N1 atau virus flu babi ini pertama kali ditemukan di Indonesia pada April 2009. Strukturnya sangat mirip dengan virus babi di Amerika Utara. Menurut dr Ralph, flu ini bisa saja dapat menular ke manusia karena kesamaan rantai protein antara manusia, babi, dan burung. "Kalo manusia ke manusia itu bisa saja lewat droplet yaitu batuk atau bersin," katanya.

Gejala-gejala flu babi pada anak, antara lain, sesak napas atau napas yang cepat, kulit biru atau gelap, tidak dapat minum, muntah yang hebat, tidak dapat dibangunkan, dan gelisah sehingga tidak dapat ditenangkan. Sedangkan pada orang dewasa, tanda-tanda bahayanya dapat berupa sesak napas, nyeri pada dada dan perut, pusing secara mendadak, kesadaran yang menurun (linglung, sulit dipanggil, sulit dibangunkan), muntah yang hebat, demam dan batuk semakin memberat.

Pencegahan

Infeksi virus influenza sebelumnya akan memberikan kekebalan terhadap reinfeksi dengan virus yang homolog. Karena sering terjadi perubahan akibat mutasi gen, antigen pada virus influenza akan berubah sehingga seseorang masih mungkin diserang secara berulang kali dengan strain-strain virus influenza yang telah mengalami perubahan ini.

Pencegahan dapat dilakukan dengan menutup hidung dengan tisu saat batuk atau bersin dan mencuci tangan dengan air yang mengalir dan sabun atau alkohol. Jangan menyentuh mata dan hidung, hindari kontak erat dengan orang yang sedang sakit, istirahat yang cukup. Selain itu, dapat pula dilakukan vaksinasi ACIP (Advisory Committee on Immunisation Practice). Imunisasi pada anak dan remaja dapat dilakukan sejak usia 5-8 tahun setiap tahun, sedangkan vaksinasi dapat diberikan pada usia 2-49 tahun untuk H1N1 like, H3N2, florida, dan ini efektif sekitar 60-80 persen.

Pemberian vaksinasi dianjurkan untuk penyakit kronis, jantung, hati, metabolik (DM), penurunan kekebalan tubuh, terapi aspirin jangka panjang, hamil pada musim influenza, usia lebih dari 50 tahun, petugas kesehatan, perawat atau pengasuh bayi atau lansia, dan yang tinggal di fasilitas kesehatan. Sementara untuk pengobatan dapat dilakukan dengan oseltamivir dan suportif.