Hari Ini
 
Sat
Jul
2018
21
 
Menu Utama
Utama
Info
Profile
Jaringan
Pencarian
Visi dan Misi
Galleri Foto
Kontak Kami
Karir
Pelayanan
Medical Check Up
CornerAds By F-Cimag-In
Live Clock Module
 
Utama arrow Info arrow Umum arrow Insomnia Menggugah Rasa Lapar
Insomnia Menggugah Rasa Lapar PDF Print E-mail

 14 April 2009

 

    INSOMNIA atau gangguan tidur memang sangat mengganggu kenyamanan hidup. Namun, lebih dari itu, insomnia pun berisiko tinggi terhadap obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.

Sebuah penelitian coba menemukan hubungan antara sedikit tidur dengan obesitas dan berbagai masalah kesehatan lain. Dan kini, penelitian tersebut akan memaparkan alasan mengapa ada hubungan di antara keduanya. Demikian dilansir Health24 dari Reuters Health pada April 2009.

 

Sejumlah penelitian dalam beberapa tahun terakhir telah mempersoalkan peran tidur terhadap kesehatan secara menyeluruh. Penelitian menghubungkan sedikit tidur -apakah karena punya gangguan tidur atau karena jam kerja- dengan risiko lebih tinggi terhadap obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.

"Kami meneliti bagaimana hormon-hormon yang kami pikir secara spesifik berhubungan dengan metabolisme energi dan nafsu makan dapat berdampak pada gangguan tidur. Kajian ini menjelaskan mengapa sebagian pasien insomnia mengalami kenaikan berat badan," jelas pimpinan kajian Dr Sarosh J Motivala dari the University of California Los Angeles.

Motivala dan koleganya meneliti 14 pria dengan insomnia kronik dan 24 pria sehat untuk menghabiskan dua malam tidur di laboratorium. Para peneliti menggunakan kateter untuk mengambil contoh darah secara periodik saat mereka tertidur. Contoh darah tersebut untuk mengukur tingkat fluktuasi hormon leptin dan ghrelin.

Hasilnya, 30 persen di antara pria yang memiliki gangguan tidur, tingkat hormon ghrelin dan leptinnya lebih rendah saat jam tidur malam hari, tapi meningkat di waktu lain sepanjang hari.

Perlu diketahui, hormon leptin adalah hormon yang mengontrol jumlah makanan yang kita konsumsi, berat badan, serta nafsu makan. Sementara hormon ghrelin adalah hormon yang menggugah rasa lapar dan memacu lapar mata.

Penurunan hormon leptin dan ghrelin dapat mendorong nafsu makan. Jadi, saat malam hari tingkat hormon tersebut menurun, tapi siang hari meningkat. Mereka akan mengompensasikan nafsu makannya pada siang hari. Sayangnya, mereka cenderung mengonsumsi makanan tinggi kalori yang berisiko besar pada diabetes, penyakit jantung, dan obesitas.

Motivala mengatakan, dia dan kolegenya akan melakukan penelitian serupa pada wanita dengan insomnia.