Hari Ini
 
Sun
Jan
2018
21
 
Menu Utama
Utama
Info
Profile
Jaringan
Pencarian
Visi dan Misi
Galleri Foto
Kontak Kami
Karir
Pelayanan
Medical Check Up
CornerAds By F-Cimag-In
Live Clock Module
 
Utama arrow Info arrow Umum arrow Bayi Sumbing Tulang Belakang, Cepat Dioperasi Semakin Baik!
Bayi Sumbing Tulang Belakang, Cepat Dioperasi Semakin Baik! PDF Print E-mail

 24 Februari 2009

 

      APAKAH Moms pernah melihat sebuah benjolan di punggung si kecil, atau timbul rambut di bagian punggung bawahnya? Ini bisa berarti si kecil menderita spina bifida alis sumbing tulang belakang.

Tapi jangan terlalu khawatir Moms. Spina bifida masih bisa diantisipasi dan diobati. Malah bisa dicegah jauh sebelum si kecil lahir. Berikut ini ulasan ringkas dari dr Gunawan Susanto SpBS, dari Rumah Sakit Puri Indah, Jakarta.


Fenomena Spina Bifida

Spina adalah tonjolan, sedangkan Bifida adalah terbelah. Ini adalah kelainan bawaan di mana tulang belakang terbelah (terbuka), yang biasanya terjadi pada dinding belakang. Celah pada tulang belakang itu terjadi karena ada satu atau beberapa bagian vertebra (tulang belakang) gagal menutup atau gagal terbentuk secara utuh. Hal ini bisa terjadi pada saat 28 hari bayi dalam kandungan.

Deteksi Dini

Untuk mengetahui apakah ada kelainan spina bifida pada bayi yang dikandung adalah melalui pemeriksaan USG. Hal itu dapat diketahui ketika usia bayi 20 minggu. Selain USG, bisa juga dilakukan cara lain yaitu melalui tes darah ibu dan air ketuban.

Kekurangan Asam Folat

Penyebab terjadinya spina bifida sebenarnya tidak diketahui. Namun, salah satu penyebabnya adalah karena kekurangan asam folat atau vitamin B9, terutama pada masa awal kehamilan.

Asam folat sangat diperlukan untuk pembentukan sel darah merah dan putih, juga dapat mencegah anemia dan terjadinya neural tube defects (NTDs) seperti anensefali (tidak terbentuknya batok kepala) dan spina bifida (penonjolan ke arah luar tubuh sumsum dan tulang belakang, yang dapat mengakibatkan kelumpuhan).

Selain itu juga, kekurangan asam folat dapat juga menimbulkan terjadinya gangguan di ginjal dan juga hepar janin, munculnya Down Syndrome, serta gangguan di saluran kemih.

Jenis Spina Bifida

1. Spina Bifida Occulta (tertutup/tersembunyi)
Merupakan Spina Bifida yang paling ringan. Gejalanya bisa dilihat dari tumbuhnya rambut-rambut di bagian bawah punggung, walau tidak selalu demikian. Umumnya tidak terlihat apa-apa dan tanpa gejala. Untuk jenis ini, tidak perlu dilakukan tindakan apapun. Anak bisa hidup normal tanpa gangguan, tanpa harus mengkhawatirkan makanan serta minuman yang akan dikonsumsi.

2. Spina Bifida Aperta (terbuka)
Tulang belakang terlihat menonjol. Benjolan itu bisa berisi air, atau bisa juga disertai oleh akar syaraf atau sumsum tulang belakang. Bentuk benjolannya bisa besar bisa juga kecil.

Keadaan benjolan ini bisa pecah. Jika pecah, bisa menimbulkan infeksi. Syaraf-syaraf pusat yang terdapat dalam sumsum tulang yang ada dalam benjolan tersebut akan langsung berhubungan dengan dunia luar dan dapat dengan mudah terkena infeksi. Jika infeksi terjadi bisa menyebabkan meninggal.

Jika isi benjolan itu disertai dengan syaraf atau sumsum tulang belakang, maka bisa mengakibatkan kelumpuhan pada kaki, tidak bisa buang air kecil dan besar, serta kemaluan yang tidak berfungsi.

Spina bifida aperta ini bisa terletak pada tulang belakang bagian leher hingga pinggang. Jika terjadi di bagian leher, maka bagian tangan dan kaki tidak berfungsi. Tetapi jika terjadi di bagian pinggang, maka yang terganggu adalah bagian kaki.

Perawatan

Moms sangat disarankan agar rajin memeriksakan kandungan pada trimester pertama. Jika memang ditemukan kelainan spina bifida pada bayi, maka disarankan tindakan selanjutnya adalah operasi secepatnya setelah bayi lahir. Karena akan lebih berarti jika tindakan operasi langsung dilakukan, dikhawatirkan jika dibiarkan maka spina bifida tersebut akan dapat terus membesar.

Untuk menghindari si kecil terkena spina bifida, Moms disarankan mengonsumsi vitamin B9 atau asam folat, menjelang dan selama hamil. Asam folat banyak terdapat dalam sayuran hijau daun seperti bayam, silver beet, brokoli, apokat, pisang, jeruk, berry, telur, ragi (vegemite), serta aneka makanan lain yang diperkaya asam folat (nasi, pasta, kedelai, cereal).