Menu Utama
Utama
Info
Profile
Jaringan
Pencarian
Visi dan Misi
Galleri Foto
Karir
Jadwal Praktek Dokter
Hari Ini
 
Sat
May
2022
28
 
Waktu
 
Pelayanan
Medical Check Up
Utama arrow Info arrow Umum arrow Memahami Struktur dan Fungsi Bronkus dalam Tubuh Manusia
Memahami Struktur dan Fungsi Bronkus dalam Tubuh Manusia PDF Print E-mail

 

Jakarta,

Ketika Anda bernapas lewat hidung atau mulut, udara mengalir lewat kerongkongan serta trakea menuju percabangan, yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri.

Nah, apa sebetulnya yang dimaksud dengan bronkus? Apa saja anatomi, fungsi, hingga gangguan bronkus dalam tubuh manusia?

 

 

Apa itu bronkus?

 

Sebagai salah satu organ pernapasan manusia, bronkus adalah saluran udara yang terhubung ke trakea dan mengarahkan udara ke paru-paru.Berada di area dada, bronkus terbentuk dari otot lunak dengan dinding tulang rawan yang membuat posisinya tetap stabil. Perlu Anda ketahui bahwa bronkus adalah bagian penting dari sistem pernapasan manusia. Ini karena fungsi utama bronkus tidak hanya sebagai jalur udara, tetapi juga untuk menyalurkan udara di dalam paru-paru.

 

 

Mengenal struktur dan anatomi bronkus

Gambar anatomi bronkus
Bronkus terdiri dari tulang rawan, otot polos, dan juga selaput lendir. Selain itu, bronkus juga menjadi salah satu bagian pohon trakeobronkial. Yaitu, tempat udara mengalir ke paru-paru, lalu menukar oksigen dan karbondioksida.Mengutip dari Cleveland Clinic, ada tiga lokasi bronkus di kedua paru-paru Anda, yaitu:
 
  • Bronkus primer, bronkus utama kiri dan kanan di bagian atas paru-paru.
  • Bronkus sekunder (lobar), berada di dekat bagian tengah paru-paru.
  • Bronkus tersier, letaknya berada di tepi paru-paru, sebelum bronkiolus.

 

Lalu, bronkus juga mempunyai dia bagian utama. Berikut adalah bagian dari struktur dan anatomi bronkus dalam tubuh, yaitu:

 

  • Bronkus utama kanan, saluran udara pendek dan lebar di bagian paru-paru kanan.
  • Bronkus utama kiri, lorong sempit dan panjang di bagian paru-paru kiri.

 

Apabila dilihat dari panjangnya, bronkus utama kanan lebih pendek dan vertikal daripada bronkus bagian kiri. Panjangnya kira-kira sekitar 2,5 cm.Perlu Anda ketahui pula bahwa bronkus utama kanan dan kiri adalah bagian terluas. Kemudian, anatomi bronkus juga terbagi menjadi cabang-cabang kecil, seperti:

 

  • Bronkus lobar, masuk ke bagian lobus paru-paru.
  • Bronkus segmental, melewati segmen setiap lobus.
  • Bronkiolus, merupakan segmen terkecil dari bagian bronkus Anda.


 

Fungsi bronkus sebagai organ pernapasan

 

Cara kerja bronkus adalah dengan membawa udara ke dan dari organ paru-paru. Selain itu, fungsi bronkus juga akan membantu melembapkan udara yang sudah dihirup.Berikut adalah beberapa fungsi lainnya dari bronkus dalam tubuh Anda, di antaranya adalah:

 

1. Memastikan udara tiba di alveoli dengan bersih

Bronkus berfungsi untuk mengatur berapa banyak udara yang boleh masuk ke paru-paru. Selain itu, organ ini juga berperan agar oksigen sampai ke paru-paru dan memastikan bahwa karbondioksida berhasil kembali keluar melalui mulut atau hidung.

 

2. Mengeluarkan debu dan partikel asing

Fungsi bronkus lainnya adalah menghalau dan menyapu keluarnya debu, iritasi, dan mukosa atau dahak berlebihan.Ini karena terdapat kelenjar pada bronkus yang dapat mengeluarkan lendir dan berperan penting dalam sistem imun manusia.Lendir ini dapat menjerat dan menonaktifkan mikroorganisme yang berpotensi membahayakan paru-paru maupun saluran pernapasan pada umumnya.Selain itu, pada dinding bronkus juga terdapat bulu-bulu halus (silia) yang mampu menyaring mikroba dan debu keluar dari saluran pernapasan Anda.

 

3. Menghasilkan dahak untuk mencegah peradangan

Dinding bronkus yang menghasilkan dahak mempunyai fungsi penting dalam menjaga kesehatan saluran pernapasan. Berasal dari dinding bronkus, dahak dapat mencegah debu dan partikel berbahaya lainnya.Apabila partikel berbahaya masuk, bisa menyebabkan peradangan atau iritasi. Dahak mencegah debu agar tidak masuk ke dalam paru-paru.Saat terjadi iritasi, maka akan mengakibatkan bronkus menghasilkan lebih banyak dahak. Ini pula yang membuat tubuh akan berusaha mengeluarkannya dengan cara batuk.

 

 

Penyakit yang bisa mengganggu fungsi bronkus

Ketika ada mikroorganisme yang tidak mampu ternetralisir oleh bronkus, maka bisa mengganggu fungsi bronkus, seperti mengalami kesulitan bernapas.Penyakit sistem pernapasan yang mengganggu fungsi bronkus ini bisa berbentuk akut atau kronis.

 

1. Bronkitis

Salah satu penyakit yang dapat mengganggu fungsi bronkus adalah bronkitis. Kondisi ini terjadi ketika bronkus bengkak dan meradang, sehingga Anda mengalami batuk berdahak yang mengganggu.Bronkitis akut adalah masalah pernapasan yang sering terjadi pada manusia dan biasanya sembuh sendiri dalam beberapa minggu.Meski demikian, bronkitis juga bisa masuk kategori kronis jika tidak kunjung sembuh dalam hitungan bulan atau sembuh-kambuh dalam waktu cepat.

 

2. Bronkiektasis

Bronkiektasis adalah gangguan fungsi bronkus. Umumnya, penyebabnya terjadi karena dinding bronkus membesar dan terluka. Gejala yang paling khas adalah Anda sering mengalami sesak napas  tiba-tiba.Tidak jarang diikuti oleh sesak napas, rasa lelah, serta demam atau keringat dingin. Gejala paling awam adalah batuk dengan dahak berwarna kuning atau hijau setiap hari, serta napas seperti siulan.

 

3. Bronkospasme

Bronkospasme adalah gangguan pernapasan yang terjadi ketika fungsi bronkus mengecil saat Anda beraktivitas. Termasuk olahraga yang memicu reaksi asma.Gejala bronkospasme adalah kesulitan bernapas, batuk, sakit dan rasa sesak di dada, serta bunyi siulan saat Anda bernapas. Biasanya muncul 5-20 menit setelah Anda melakukan olahraga berat.

 

4. Bronkiolitis

Bronkiolitis adalah gangguan fungsi bronkus yang terjadi ketika ada pembengkakan saluran udara kecil yang menjadi cabang dari bronkus alias bronkiolus.Gangguan bronkus ini paling sering terjadi pada anak-anak dengan gejala yang mirip flu biasa. Meski demikian, penderita akan mengalami batuk, menggigil, dan terkadang sesak napas selama beberapa hari hingga bulan.Kebanyakan anak akan membaik dengan sendirinya dan kondisi ini jarang membuat mereka harus menginap di rumah sakit.

 

5. Bronkopulmonari displasia

Gangguan fungsi bronkus kronis ini juga sering menyerang anak-anak, terutama bayi prematur.Mayoritas bayi baru lahir dengan kondisi bronkopulmonari displasia (BPD) memiliki berat lahir kurang dari 1 kg dan kondisi paru-paru belum matang.Untuk itu, harus mendapat asupan oksigen lewat selang atau masker oksigen. Meski demikian, bayi dengan BPD bisa bertahan hidup dengan perawatan intensif.Setelah dinyatakan sembuh, orangtua dapat mencegah BPD menjadi komplikasi dengan memastikan anak menjalani pola makan sehat dan bernutrisi, serta tidak merokok di sekitar anak.Untuk menjaga fungsi bronkus, Anda perlu menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, menghindari rokok dan berbagai substansi lainnya yang dapat merusak paru-paru Anda. Dengan ini, fungsi bronkus pada tubuh Anda dapat bekerja optimal.