Hari Ini
 
Fri
Apr
2018
27
 
Menu Utama
Utama
Info
Profile
Jaringan
Pencarian
Visi dan Misi
Galleri Foto
Kontak Kami
Karir
Pelayanan
Medical Check Up
CornerAds By F-Cimag-In
Live Clock Module
 
Utama arrow Info arrow Tips arrow Tempe & Tahu Lindungi Tubuh dari Penyakit Kardiovaskular
Tempe & Tahu Lindungi Tubuh dari Penyakit Kardiovaskular PDF Print E-mail

 5 September 2011

 

 

     ANGKA kejadian penyakit kardiovaskular di Jepang dan negara Asia lainnya terbilang rendah dibandingkan negara Barat. Isoflavon ditengarai menjadi penolongnya.

Kebiasaan mengonsumsi makanan mengandung isoflavon kedelai lebih tinggi pada wanita Asia dibandingkan wanita di negara Barat. Isoflavon kedelai merupakan salah satu sumber fitoestrogen yang diduga dapat berperan memerbaiki fungsi endotel (lapisan darah terdalam).

Lantas, bagaimana memenuhi asupan isoflavon kedelai tersebut? “Untuk ukuran rumah tangga, ada baiknya kita mengonsumsi 2 potong tempe ukuran sedang atau 1,5 potong tahu agar mencapai angka kebutuhan gizi 100 gram per hari. Tapi, ukuran tersebut untuk tempe dan tahu yang masih mentah, di mana kadar isoflavonnya masih sangat tinggi,” jelas Dr dr Pusparini SpPK pada sidang disertasi di FKUI, Salemba, Jakarta, Rabu (3/8/2011).

 

Dr Pusparini yakin, tidak banyak orang mau mengonsumsi tahu dan tempe mentah. Menurutnya, pengolahan dengan dikukus merupakan cara terbaik.

“Kalau mau, kita bisa mengkukusnya terlebih dulu. Tahu dan tempe kukus gizinya masih lebih baik,” imbuhnya.

Tidak masalah bila Anda lebih suka pengolahan dengan cara digoreng. Namun Dr Pusparini menyarankan, tambahkan porsi tahu dan tempe goreng yang Anda asup agar kebutuhan gizi tubuh bisa terpenuhi.

“Tahu dan tempe yang digoreng, isoflavonnya telah berkurang maka sebaiknya ditambahkan lagi porsinya,” sarannya.

Meski berasal dari bahan yang sama, Dr Pusparini tidak merekomendasikan konsumsi tauco. “Berbeda dengan tahu dan tempe, isoflavon pada tauco sangat rendah, bahkan bisa dibilang rusak karena sudah melalui proses fermentasi,” tutupnya.