Hari Ini
 
Mon
Jun
2018
18
 
Menu Utama
Utama
Info
Profile
Jaringan
Pencarian
Visi dan Misi
Galleri Foto
Kontak Kami
Karir
Pelayanan
Medical Check Up
CornerAds By F-Cimag-In
Live Clock Module
 
Utama arrow Info arrow Tips arrow Anoreksia & Bulimia Picu Hamil Tidak Diinginkan
Anoreksia & Bulimia Picu Hamil Tidak Diinginkan PDF Print E-mail

 5 September 2011

 

 

    GANGGUAN pola makan seperti anoreksia tidak hanya memperburuk kesehatan. Risiko lain yang mungkin Anda terima adalah kehamilan tidak diinginkan.

Apa kaitan antara gangguan makan dan kehamilan? Ternyata ketika gangguan makan tak terkontrol, maka kehamilan tidak diinginkan menjadi efeknya.

Sebuah studi baru menemukan bahwa gangguan makan seperti anoreksia dan bulimia berhubungan dengan masalah kesuburan; kehamilan yang tidak diinginkan dan sikap negatif terhadap kehamilan.

Sebuah tim di King College London dan UCL mengamati 11.088 wanita dari Avon, Inggris. Dalam penelitian, wanita yang seumur hidup anoreksia dan bulimia diperbandingkan dengan kelompok umum untuk menilai dampak dari gangguan makan mereka terhadap sikap, masalah kesuburan, serta kehamilan.

 

Survei ini mengungkapkan bahwa proporsi yang lebih tinggi dari wanita dengan riwayat anoreksia dan bulimia memiliki waktu lebih lama 6 bulan untuk hamil dibandingkan populasi umum yang jauh dari gangguan makan.

Kesimpulan juga mengungkapkan bahwa wanita yang memiliki anoreksia dan bulimia dua kali lebih mungkin untuk menerima pengobatan selama kehamilan daripada populasi umum.

Namun ketika ditanya pada usia kehamilan 8 pekan, wanita dengan anoreksia lebih mungkin melaporkan bahwa kehamilan yang didapatnya merupakan kehamilan tidak diinginkan. Jumlahnya mencapai 41,5 persen dibandingkan dengan 28,6 persen wanita tanpa gangguan makan.

Secara umum, mayoritas responden dilaporkan merasa senang ketika mendapatkan kehamilan. Namun gangguan makan ternyata memengaruhi perasaan negatif yang menghantuinya selama kehamilan.

“Penelitian ini menyoroti bahwa ada risiko kesuburan yang terkait dengan gangguan makan,” kata Abigail Paskah, penulis utama studi dari Institute of Psychiatry King College London, seperti dilansir Times of India