Hari Ini
 
Sun
Jan
2018
21
 
Menu Utama
Utama
Info
Profile
Jaringan
Pencarian
Visi dan Misi
Galleri Foto
Kontak Kami
Karir
Pelayanan
Medical Check Up
CornerAds By F-Cimag-In
Live Clock Module
 
Utama arrow Info arrow Tips arrow Konsumsi Daging Berlebihan Percepat Pubersitas
Konsumsi Daging Berlebihan Percepat Pubersitas PDF Print E-mail

17 Juni 2010

 

     KONSUMSI daging pada masa pertumbuhan tentu sangat dibutuhkan. Tapi bila berlebihan, khususnya bagi anak perempuan, bisa berakibat menstruasi datang lebih cepat. Perempuan yang banyak mengonsumsi daging pada masa anak-anak cenderung akan mengalami menstruasi lebih dini, begitulah hasil penelitian yang dilansir di Public Health Nutrition, Inggris.
 
Peneliti dari Inggris membandingkan dengan diet yang dilakukan oleh lebih dari 3.000 anak usia 12 tahun. Dalam penelitian itu disebutkan bahwa anak perempuan yang mengonsumsi daging dalam jumlah banyak pada usia tiga tahun (lebih dari delapan porsi tiap pekan) dan pada usia 7 tahun (12 porsi), berkaitan erat dengan pubertas dini.

 

Dr Imogen Rogers, ketua tim peneliti dari pengajar senior ilmu nutrisi di University of Brighton, mengatakan bahwa diet daging dapat membuat tubuh siap untuk masa kehamilan dan memicu pubertas dini. Pada abad ke-20, usia rata-rata anak perempuan remaja mulai menstruasi lebih muda.
 
Kondisi ini diperkirakan terjadi karena nutrisi yang lebih baik dan kenaikan tingkat obesitas, yang berdampak terhadap hormon. Dalam studi terakhir, tim menggunakan data dari kelompok anak-anak dilihat dari tanggal kelahiran.
 
Pada usia 12 tahun 8 bulan, mereka membagi kelompok anak perempuan yang sudah mulai mengalami menstruasi dan mereka yang belum. Kemudian dibandingkan dengan diet yang mereka lakukan pada usia tiga, tujuh, dan 10 tahun, peneliti menemukan bahwa mengonsumsi daging pada usia muda memiliki kaitan erat dengan menstruasi dini.
 
Faktanya, makan daging pada usia tujuh tahun meningkatkan perubahan masa awal menstruasi sebanyak 75 persen yaitu pada usia 12 tahun, dibandingkan mereka yang makan daging pada usia yang lebih tua. Namun, penemuan ini tidak berdasarkan pada berat badan. Penelitian ini memperkuat studi sebelumnya yang menunjukkan anak perempuan yang memiliki berat badan lebih besar mengalami menstruasi lebih dini dibandingkan dengan yang kurus.
 
Masa menstruasi pada usia dini memiliki kaitan erat dengan peningkatan risiko kanker payudara, kemungkinan karena perempuan memiliki tingkat hormon estrogen yang besar sepanjang hidup mereka. Namun, para peneliti menekankan anak perempuan tidak harus mengurangi konsumsi daging seperti layaknya mereka yang berlebihan memakan daging.
 
Anak usia tujuh tahun yang dikategorikan mengonsumsi daging terbesar, menghabiskan 12 porsi dalam satu pekan, dan anak usia tiga tahun yang memiliki porsi lebih dari delapan. Berat badan bukan merupakan satu-satunya faktor penyebab anak perempuan mengalami menstruasi lebih dini dari usia rata-rata. Dia menambahkan, daging merupakan sumber zat besi yang baik, dan sangat dibutuhkan pada masa kehamilan.