Hari Ini
 
Sun
Jan
2018
21
 
Menu Utama
Utama
Info
Profile
Jaringan
Pencarian
Visi dan Misi
Galleri Foto
Kontak Kami
Karir
Pelayanan
Medical Check Up
CornerAds By F-Cimag-In
Live Clock Module
 
Utama arrow Info arrow Tips arrow Pentingnya Cuci Tangan Guna Kelangsungan Hidup
Pentingnya Cuci Tangan Guna Kelangsungan Hidup PDF Print E-mail

18 Mei 2010 

 

     SAAT ini, upaya mewujudkan generasi Indonesia yang lebih sehat masih membutuhkan perhatian semua pihak. Salah satu indikator yang lazim digunakan untuk melihat derajat kesehatan masyarakat adalah angka kematian Balita (Akaba) atau Infant Mortality Rate (IMR).

Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia 2008, Akaba berjumlah 31,04/1000 kelahiran hidup. Artinya, terdapat 31,04 bayi meninggal dalam setiap 1.000 kelahiran. Angka tersebut masih lebih tinggi dibanding Malaysia dan Singapura yang masing-masing sebesar 16,39/1000 dan 2,3/1000 kelahiran hidup.

Padahal, sesuai dengan target Millenium Development Goals (MDGs) poin 4, yaitu pada 2015 Indonesia harus mampu menurunkan angka kematian bayi hingga 17/1000 kelahiran hidup. Data tersebut menggambarkan bahwa upaya untuk mewujudkan dan menjaga anak Indonesia sehat masih menjadi tantangan besar semua pihak.


 

Selain itu, ada beberapa penyakit yang masih sering menjangkiti anak, bahkan menimbulkan kematian, misalnya diare. Menurut catatan Badan Kesehatan Dunia (WHO), diare membunuh 1,5 juta anak di dunia setiap tahun. Sementara angka kejadian diare di sebagian besar wilayah Indonesia hingga saat ini masih tinggi.

Di Indonesia, menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007, diare menjadi penyebab kematian 31,4 persen bayi berusia 29 hari hingga 11 bulan. Sekitar 162 ribu balita meninggal akibat diare setiap tahun atau sekitar 460 balita per hari.

Dari hasil Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) di Indonesia, diare merupakan penyebab kematian nomor dua pada Balita dan nomor tiga bagi bayi serta nomor lima bagi semua umur. Setiap anak di Indonesia mengalami episode diare sebanyak 1,6 - 2 kali per tahun.

Selain diare, penyakit yang membahayakan karena perilaku yang tidak bersih dan sehat adalah cacingan. Guru Besar Bidang Ilmu Parasitologi Klinik Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang, Prof. DR. Teguh Wahju Sardjono menyatakan sekitar 60 persen dari 220 juta penduduk Indonesia cacingan, dengan kerugian lebih dari Rp 500 miliar atau setara dengan 20 juta liter darah per tahun. Kerugian akibat penyakit cacingan di antaranya kurang gizi dan hilangnya produktivitas.

Upaya menjaga kelangsungan hidup anak Indonesia, termasuk mencegah diare, cacingan dan penyakit lainnya, harus difokuskan pada upaya preventif (pencegahan). Tindakan pencegahan ini dapat dilakukan dengan membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di setiap keluarga, yang merupakan cara termudah dan murah.

PHBS seperti cuci tangan pakai sabun (CTPS) secara medis telah terbukti efektif mencegah dan membentengi tubuh dari beragam penyakit seperti diare, cacingan, inpeksi saluran pernapasan atas (ISPA), sampai flu burung dan flu babi (swine flu). Berdasarkan kajian WHO, cuci tangan memakai sabun dapat mengurangi kejadian penyakit tersebut hingga 47 persen.