Hari Ini
 
Thu
Nov
2018
15
 
Menu Utama
Utama
Info
Profile
Jaringan
Pencarian
Visi dan Misi
Galleri Foto
Kontak Kami
Karir
Pelayanan
Medical Check Up
CornerAds By F-Cimag-In
Live Clock Module
 
Utama arrow Info arrow Tips arrow Cegah Diabetes, Isi 50 Persen Piring dengan Sayur
Cegah Diabetes, Isi 50 Persen Piring dengan Sayur PDF Print E-mail

 18 Mei 2010

 

     HIDUP sehat tak lepas dari pola makan sehat. Dengan asupan gizi seimbang, tak kurang dan tak lebih, Anda pun akan memiliki tubuh ideal.
 
Tubuh ideal, siapa yang tak menginginkannya? Untuk mendapatkannya, Anda tak perlu merogoh kocek dalam, tapi cukup dengan asupan gizi seimbang. Gizi seimbang dibutuhkan selain untuk kesehatan, juga untuk mengatasi kekurangan dan kelebihan berat badan sehingga terbentuklah badan ideal.
 
“Prinsip perencanaan makan sebaiknya dengan gizi seimbang. Komposisi energi dari karbohidrat sebesar 60-70 persen, protein sebesar 10-15 persen, dan lemak 20-25 persen. Tidak ada makanan yang dilarang, tapi yang harus diperhatikan adalah porsi makan tidak boleh berlebihan,” papar Susana STP MSc PDEng, Head of Division Nutrifood Research Center dalam acara “Nutrisi Seimbang untuk Cegah dan Atasi Diabetes” di Kembang Goela Restoran, Jakarta, belum lama ini.
 

 

Namun kita tentu tahu, kehidupan kota besar membuat banyak orang sulit menyesuaikan gaya hidup sehat. Gaya hidup modern menjadi pemicu terjangkitnya berbagai macam penyakit, seperti diabetes. Kurang berolahraga, sering mengonsumsi sumber zat gula dan lemak tinggi, kurang mengonsumsi makanan berserat, memiliki bobot tubuh berlebih (obesitas), pola makan berlebihan, tingkat stres tinggi, serta faktor genetik merupakan pemicu diabetes yang kini bahkan menjangkiti usia muda.
 
Lantas, adakah cara mudah mengatur asupan makanan agar terhindar dari diabetes? Ternyata ada!
 
“Caranya, penuhi setengah bagian piring dengan sayur, seperempat karbohidrat, dan seperempat sisanya dengan lauk pauk. Karena kalau kita makan makanan berserat tinggi, akan membantu glikemik yang kita makan menjadi rendah,” jelas Susana.
 
Seperti diketahui, makanan dengan kadar glikemik tinggi membuat pankreas harus berusaha keras mengeluarkan insulin. Selain itu, bila asupan Anda lebih banyak mengandung lemak ataupun karbohidrat, maka kelebihan yang tak bisa dicerna usus akan tersimpan di dinding perut.
 
“Tubuh memiliki kapasitas penyimpanan lemak yang besar, sedangkan karbohidrat tidak. Sehingga jika ada kelebihan karbohidrat, akan diubah menjadi lemak di dalam perut. Dan ini akan meningkatkan risiko diabetes,” pungkas Susana.