Hari Ini
 
Sat
Sep
2018
22
 
Menu Utama
Utama
Info
Profile
Jaringan
Pencarian
Visi dan Misi
Galleri Foto
Kontak Kami
Karir
Pelayanan
Medical Check Up
CornerAds By F-Cimag-In
Live Clock Module
 
Utama arrow Awal arrow 4 Pejabat Baru Eselon II Dilantik Menkes
4 Pejabat Baru Eselon II Dilantik Menkes PDF Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
 

20 Jan 2009

Hari ini (16/01/2009), empat pejabat baru eselon II Departemen Kesehatan dilantik Menteri Kesehatan Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K), di Jakarta. Mereka adalah dr. Iwan M. Muljono, MPH sebagai Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), dr. Guntur Budi Wanarto, MS sebagai Sekretaris Ditjen PP&PL, dr. Rita Kusriastuti, M.Sc sebagai Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Ditjen PP&PL, dr. T. Marwan Nusri, MPH sebagai Direktur Bina Pelayanan Medik Dasar, Ditjen Bina Pelayanan Medik, drg. Endang Ekowati, MM sebagai Direktur Keuangan Rumah Sakit Umum Pusat Dr. M. Djamil Padang.


Sebelum dilantik menjadi Direktur P2ML, dr. Iwan M. Muljono, MPH adalah Direktur P2B2, dr. Guntur Budi Wanarto, MS sebelumnya adalah Kepala Subdin Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, dr. T. Marwan Nusri, MPH sebelumnya adalah Sekretaris Dirjen P2PL, dr. Rita Kusriastuti, M.Sc sebelumnya adalah Kepala Sub Direktorat Malaria Ditjen P2PL, sedangkan drg. Endang Ekowati, MM sebelumnya adalah Kepala Bagian Kelembagaan, Biro Hukum dan Organisasi Setjen.

Menkes menjelaskan, sesuai dengan nilai-nilai yang dianut Depkes untuk menstabilkan harga obat, akan dilakukan pemberian subsidi bahan baku obat. Selain bekerja sama dengan BUMN juga dilakukan kerjasama dengan industri-industri farmasi menengah kebawah. Diharapkan para industri farmasi menengah kebawah akan menjadi tuan di negeri sendiri sehingga bisa bertahan dari guncangan resesi ekonomi dunia. Dengan adanya subsidi bahan baku obat, harga obat akan stabil dan tersedia saat dibutuhkan agar masyarakat menengah kebawah bisa membeli obat dengan harga yang terjangkau. Pada kesempatan itu, Menkes minta kepada dr. Rita Kusriastuti, M.Sc agar terus memantau masalah penyakit menular bersumber binatang seperti Demam Berdarah dan Flu Burung yang bisa diatasi dengan baik pada tahun 2008. Sedangkan kepada dr. Iwan M. Muljono, MPH, Menkes minta mencermati masalah tuberkulosis di Indonesia.

Menurut Menkes, untuk memantau penyakit secara dini akan dibentuk Pusat Pelayanan Epidemiologi Surveilans Nasional. Pendanaan untuk surveilan tidak lagi tergantung dari luar, karena surveilans merupakan rahasia rumah tangga. Surveilans juga merupakan ruh dari pembangunan kesehatan.

Menkes juga menjelaskan mengenai Jamkesmas dan Apotik Rakyat. Jamkesmas di daerah khususnya perlu dicermati dengan baik sehingga bisa memberi solusi terbaik untuk masyarakat. Kemudian apotik rakyat yang telah dicanangkan Depkes Tahun lalu, telah dilakukan sertifikasi oleh Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI) sebanyak 18.000 apoteker. Tahun 2009 ini akan diresmikan 100 apotik rakyat. Selanjutnya obat rakyat yang murah dan berkualitas akan ditambah perluasan ketersediaannya.

Program lain seperti peningkatan pelayanan transfusi darah untuk masyarakat, program pengawasan obat dan makanan serta program-program prioritas lainnya harus diintensifkan pelaksanaannya karena kesehatan bangsa adalah pilar ketahanan nasional yang sangat penting. Dan untuk mengatasi kekurangan dokter spesialis di Rumah Sakit Daerah, tahun 2008 telah diberikan beasiswa kepada 700 dokter untuk pendidikan dokter spesialis di berbagai bidang studi sesuai kebutuhan dan usulan daerah. Tahun 2009 ini sebanyak 1040 dokter akan diberikan beasiswa menjadi dokter spesialis, tambah Menkes. Untuk masalah perbaikan gizi anak usia Sekolah Dasar (SD), Menkes mengimbau agar menjadi perhatian karena masalah kekurangan gizi kronis di Indonesia bagian timur sangat menonjol dibandingkan dengan Indonesia bagian barat (hasil Riskesdas 2007). Oleh karena itu, Depkes perlu intervensi gizi terhadap 2 juta anak SD usia 6-12 tahun dengan cara diberikan susu bergizi 150 cc selama tiga kali dalam seminggu sepanjang tahun 2009. Selain pemberian makanan tambahan, akan diintensifkan juga penanggulangan cacingan di SD.

Di akhir sambutan, Menkes juga mengajak para hadirin untuk mengheningkan cipta untuk tiga dokter korban kapal motor yang tenggelam di perairan Agast Kabupaten Asmat. Ketiga dokter tersebut dr. Wendyansah Sitompul, Sp.OG, dr. Hendy Prakoso, dan dr. Boyke Mowoka merupakan aset negara dan pahlawan yang sangat tulus mengabdikan dirinya di daerah Asmat yang cukup jauh.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-52907416-9 dan 52921669, atau e-mail dan