Hari Ini
 
Sat
Sep
2018
22
 
Menu Utama
Utama
Info
Profile
Jaringan
Pencarian
Visi dan Misi
Galleri Foto
Kontak Kami
Karir
Pelayanan
Medical Check Up
CornerAds By F-Cimag-In
Live Clock Module
 
Utama arrow Info arrow Umum arrow Sembelit Bisa Picu Kanker Usus
Sembelit Bisa Picu Kanker Usus PDF Print E-mail

09 Oktober 2009

 

      JANGAN pernah remehkan sembelit atau susah buang air besar karena jika berlarut-larut bisa mengakibatkan kanker usus. Cegah dengan pola hidup sehat sekarang juga.

Hidup berkualitas adalah dambaan setiap orang, siapa pun itu. Berbagai cara dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup itu sendiri. Misalnya dengan menjaga pola hidup yang baik dengan mengonsumsi makanan sehat, atau bisa pula dengan olahraga yang teratur.

Kehidupan di kota besar kemudian membuat banyak orang sulit menyesuaikan gaya hidup sehat karena kesibukan dan rutinitas setiap hari yang padat. Kurang berolahraga, sering mengonsumsi makanan cepat saji yang tidak mengandung serat, memicu terjadinya susah buang air besar, atau dikenal dengan istilah sembelit.

 

Sembelit sering kali dianggap enteng. Padahal jika dibiarkan berlarut-larut resikonya bisa terkena kanker usus. Meskipun sifatnya kasuistik, tidak terjadi pada semua orang, keluhan pengidap sembelit hampir sama, yaitu perut terasa kembung, penuh, dan tidak nafsu makan.

Kemudian yang perlu diwaspadai jika sembelit diderita lebih dari tiga minggu. Kasus seperti itu biasanya diikuti dengan menurunnya berat badan, demam, lemas, dan feses (kotoran) berdarah. Kotoran yang terlalu lama di dalam usus, kandungan airnya akan terus menerus diserap usus sehingga volumenya menyusut, lalu menjadi keras dan kering. Situasi ini menyulitkan otot usus mengurut feses menuju anus.

"Kotoran yang terlalu lama mengendap di usus akan mengering dan dikhawatirkan usus akan menyerap racun dari kotoran tersebut. Jika itu terjadi untuk jangka panjang, bisa saja memicu terjadinya kanker usus," kata Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Dr Iqbal Firdaus, duhubungi beberapa waktu lain.

Iqbal menyebutkan, sembelit sebenarnya bisa dihindari dengan mengonsumsi makanan yang banyak mengandung serat. Misalnya dari buah-buahan dan aneka sayuran.

"Masalahnya sekarang adalah masyarakat kita masih belum banyak yang memiliki kesadaran untuk menjaga pola makan yang sehat. Itu juga yang membuat kasus sembelit semakin meningkat setiap tahunnya," kata dokter berkacamata minus tersebut.

Tercatat, kasus sembelit di beberapa rumah sakit di jakarta setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Misalnya di RS Kanker Dharmais Jakarta, di rumah sakit itu seluruh pasien yang diperiksa saluran ususnya ternyata diindikasi menderita kanker. Begitu pun di RSCM Jakarta, terjadi 50 persen peningkatan penderita kanker usus besar.

Susah buang air besar tidak hanya terjadi di Indonesia, juga terjadi di banyak negara berkembang lainnya di dunia. Namun, pada masyarakat negara maju, kesadaran akan pentingnya serat sudah sangat membudaya sehingga kasus sembelit yang memicu kanker usus bisa ditekan.

Mengutip hasil penelitian European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition (EPIC) beberapa waktu lalu, terbukti bahwa konsumsi serat pada warga Eropa bisa mengurangi sampai 40 persen risiko pembentukan kanker usus. Penelitian  yang dilakukan selama 5 tahun tersebut melibatkan 10 negara, 519.978 orang responden usia 25-70 tahun.

Serat pada makanan bisa didapat dari sayuran seperti bayam (0,8g), kangkung (1g), daun pepaya (2,1g), daun singkong (1,2g), kol (1,2g), sawi hijau (1,2g), seledri (0,7g), selada (0,6g), dan tomat (1,2g).

"Air minum juga sangat besar peranannya. Dengan mengonsumsi minimal 2 liter air per hari, bisa melunakkan makanan dalam perut sehingga sari makanan dengan mudah diserap usus dan ampas makanan tidak keras," kata dokter berperawakan tambun tersebut.

Lebih lanjut Iqbal menyarankan, seandainya sering sembelit, jangan terlalu sering meminum pencahar karena justru akan memperkeras feses. Jika terpaksa mengonsumsi pencahar, disarankan untuk memilih pengencer yang tidak terlalu keras, atau obat cuci perut kelas ringan.

"Bagaimanapun cara sederhana dan alami yang paling ampuh mencegah dan mengatasi sembelit adalah dengan mengonsumsi serat dari makanan, buah dan sayuran, dan air minum," tuturnya.